manajemen sekolah: Leni alya 11901220/pai 4 i
MANAJEMEN SEKOLAH
Nama: Leni alya
Nim 11901220. / Pai 4 i
Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh Perkenalkan nama saya Leni alya dari jurusan Pendidikan agama islam angkatan 2019 iain Pontianak baiklah disini saya akan menulis tentang pengertian manajemen sekolah dan segala hal yang berkaitan tentang manajemen sekolah bismillahirrahmanirrahim
1. Pengertian Manajemen Sekolah
Manajemen Sekolah sebagai terjemahan dari School Management adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah( nanang Fattah,2004)
dan meningkatkan perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal .(nanang Fattah :2004)
“Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama.
Tidak hanya itu saja menurut buku yang saya baca Manajemen berfungsi Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah, Manajemen Sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan kebebasan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah,dan menurut yang saya pahami dari bacaan saya dibuku ,manajemen juga berfungsi untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut.( Sudarwan Danim, 2008 )
Manajemen sekolah dapat didefinisikan sebagai suatu proses kerja komunitas sekolah dengan cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, dan sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara bermutu.
Tujuan Manajemen Sekolah
Menurut Supriono Subakir tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan di sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah untuk mengelola urusannya sendiri.(supriono subakir :2001)
Adapun menurut E. Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah:
a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasimasyarakat dan penyederhanaan birokrasi.
b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.
c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.(e,mulyasa :2003)
Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Secara rinci, Tujuan Manajemen Sekolah menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah :
1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah alam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2.Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.
Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui pemberian tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.
3. Fungsi Manajemen Sekolah Sekolah
Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas.(DEPIDIKNAS :2001)
Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah. Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.
Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah. Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan..
4. Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah
Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.
a. Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality) Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan.
Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing. ( E,mulyasa ,Loc.cit)
b.Prinsip Desentralisasi Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern.. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan
c. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri
Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah.
d. Prinsip Inisiatif Manusia
Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya.(nurkolis:2005)
Menurut Husaini Usman, Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Manajemen Sekolah antara lain sebagai berikut:
1) Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk ber Manajemen Sekolah.
2) Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk ber Manajemen Sekolah.
3) Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.
4) Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif.
5) Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan. (Husaini usman:2006)
Persyaratan eksistensial manajemen sekolah
Dan berdasarkan persyaratan eksistensial yg saya baca dari buku sudarwan danim Perubahan pola manajemen dari pendekatan sentralisasi ke desentralisasi bukan urusan struktural semata, melainkan yang lebih utama adalah berkaitan dengan masalah mental aparat pelaksana. Mengubah struktur adalah perbuatan mudah, karena struktur organisasi itu statis sifatnya. Suatu hal yang mudah pula bagi pakar dan praktisi untuk membuat uraian tugas bagi orang-orang yang akan duduk pada masing- masing struktur organisasi. Uraian tugas atau deskripsi pekerjaan itu merupakan acuan utama bagi pengemban tugas pada unit struktur untuk menjalankan tugas
pokok dan fungsinya. (sudarwan danim h.55)
Suatu realitas bahwa struktur dan mekanisme kerja keorganisasian akan berubah sejalan dengan kebijakan desentralisasi. Persoalannya terletak pada sejauh mana perubahan pola manajemen itu mampu mengubah sikap mental aparat pelaksana atau birokrat pendidikan. Apa yang direformasi bukan semata-mata strukturnya, melainkan yang lebih penting adalah dimensi mental pelakunya. Tugas-tugas reformatif apa yang perlu dilakukan pada tingkat struktural dan sekolah menuju otonomi manajemen sekolah? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan persyaratan eksistensial implementasi Manajemen Sekolah. Merujuk pada pendapat David dalam Sythesis of Research on School Management, hal itu akan tercipta ketika terjadi pergeseran pada tingkat struktural dalam beberapa hal.
a. Membangun aliansi yang kuat dengan persatuan guru. Persatuan guru (di Indonesia adalah Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI) harus menjadi organisasi yang kuat.
b. Mendelegasikan kekuasaan dan kewenangan kepada sekolah untuk mendefinisikan tugas-tugas baru, memilih staf, dan mengkreasi lingkungan belajar.
c. Mendorong terciptanya otonomi dalam pembuatan keputusan sekolah. Sekolah menjadi sentral kegiatan administratif dan akademik kependidikan dan pembelajaran.
d. Mengkomunikasikan tujuan, menentukan patok sasaran, dan mendistribusikan informasi secara akurat.
Tujuan dan sasaran sekolah harus dikomunikasikan dengan baik kepada komunitas sekolah dan masyarakat.
e. Menciptakan komunikasi yang dinamis antara staf sekolah dan pejabat kependidikan. Otonomi Sekolah tidak mereduksi intensitas hubungan kepala sekolah dan guru dengan unit instansi di atasnya.
f. Memberi peluang kepada sekolah untuk “Bereksperimen” dan membuat keputusan beresiko”.
Komunitas sekolah harus tampil dengan sifat dan sikap kewirausahaan untuk membangun program baru yang sesuai dengan tujuan, program, potensi, harapan, dan dinamika yang berkembang di masyarakat dan di dunia luar.
6. Karakteristik Manajemen Sekolah
Di Amerika Serikat, karakteristik baru ditemukan pada era reformasi pendidikan “generasi keempat”. Menurut Bailey yang dikutip oleh Sudarwan Danim, berdasarkan gerakan reformasi “generasi keempat” ini tersimpullah kerakateristik ideal manajemen berbasis sekolah dan karakteristik ideal sekolah untuk abad ke-21 (school for the twenty-first characteristics), seperti berikut ini.
a. Adanya Keragaman dalam Pola Pengajian Guru
Istilah populernya adalah pendekatan prestasi (Merit System) dalam hal pengajian dan pemberian aneka bentuk kesejahteraan material lainnya.
b. Otonomi Manajemen Sekolah
Sekolah menjadi sentral utama manajemen pada tingkat strategis dan. operasional dalam kerangka penyelenggaraan program pendidikan dan pembelajaran.
c. Pemberdayaan Guru secara Optimal
Dikarenakan sekolah harus berkompetisi membangun mutu dan membentuk citra di masyarakat guru-guru harus diberdayakan dan memberdayakan diri secara optimal bagi terselenggaranya proses pembelajaran yang bermakna. d. Pengelolaan Sekolah secara Partisipatif Kepala sekolah harus mampu bekerja dengan dan melalui seluruh komunitas sekolah agar masing-masing dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara baik dan terjadi transparansi pengelolaan sekolah.
d. Sistem yang Didesentralisasikan
Dibidang penganggaran misalnya, pelaksanaan Manajemen Sekolah mendorong sekolah-sekolah siap berkompetisi untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau dari pemerintah secara kompetitif (block grant) dan mengelola dana itu dengan baik.
e. Sekolah dengan Pilihan atau Otonomi Sekolah dalam Menentukan Aneka Pilihan. Program akademik dan non akademik dapat dikreasi oleh sekolah sesuai dengan kapasitasnya dan sesuai pula dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional, atau global.
g . Akses Terbuka bagi Sekolah untuk Tumbuh Relatif Mandiri Perluasan kewenangan yang diberikan kepada sekolah memberi ruang gerak baginya untuk membuat keputusan inovatif dan mengkreasi program demi peningkatan mutu sekolah.
Karakteristik sekolah yang melaksanakan Manajemen Sekolah di antaranya :
1) Proses pembelajaran yang efektivitasnya tinggi
2) Kepemimpinan sekolah kuat
3) Lingkungan sekolah aman dan tertib
4) Pengelolaan tenaga kependidikan efektif
5) Memiliki budaya mutu
6) Memiliki tim kerja yang kompak, cerdas, dan dinamis
7) Memiliki kewenangan (kemandirian)
FUNGSI FUNGSI SEKOLAH
1. Planning
2. 2.organiizng ( pengorganisasian )
3. Leading ( pengerahan )
4. controlling (Pengawasan)
Daftar pustaka
nanang Fattah,Konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) DAN DEWAN Sekolah (Bandung :CV ,Pustaka Bani Quraisy ,2004) CET -KE-H.11
.( Sudarwan Danim,Visi baru manajemen sekolah,(Jakarta Pt bumi aksara ,2008) cet ke- 3 h 34
E,mulyasa, manajemen berbasis sekolah ,(bandung , remaja rosdakarya ,2003) h.25
depidiknas, nukholis ,manajemen Pendidikan peningkatan mutu berbasis sekolah : Buku 1 konsep an pelaksanaan MPMBS,(Jakarta ;depidiknas,2001) h.5
khusaini usman ,Manajemen teori ,Praktik dan Riset Pendidikan,(Jakarta Bumi Aksara,2006) h.8
Komentar
Posting Komentar